HomeADVERTORIALCara Pemko Banjarmasin Berantas Kawasan Kumuh

Cara Pemko Banjarmasin Berantas Kawasan Kumuh

SHARE THIS:

Selama 3 tahun terakhir, 2016-2019, Banjarmasin berhasil menurunkan kawasan kumuh sebanyak 70%.

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia. Program ini dilaksanakan di 34 provinsi, yang tersebar di 269 kabupaten/kota.

Banjarmasin menjadi salah satu kota yang berhasil menurunkan jumlah kawasan kumuh dengan cepat. Dalam tiga tahun terakhir, 2016-2019, penurunan kawasan kumuh di Banjarmasin mencapai 70%. Pada tahun 2016, jumlah kawasan kumuh di Banjarmasin sebesar 459,38 Ha. Kemudian pada tahun 2017, jumlah kawasan kumuh berkurang menjadi 369,89 Ha, dan pada tahun 2018 turun drastis menjadi 117,89 Ha. Pada 2019 jumlah kawasan kumuh mencapai 87,45 Ha, dan ditargetkan bakal 0% pada tahun 2020.

Dalam menurunkan jumlah kawasan kumuh, Pemko Banjarmasin melakukan beberapa strategi, Pertama, menata kawasan pinggir sungai yang mana kawasan tersebut menjadi kawasan kumuh terbanyak. Dari hasil penataan tersebut, kawasan pinggir sungai disulap menjadi Kampung Hijau dan Kampung Biru. Kini, Kampung Hijau dan Kampung Biru menjadi tempat yang nyaman dan menjadi destinasi wisata. Sehingga menguntungkan masyarakat sekitar.

Kedua, Pemko Banjarmasin membuat Peraturan Daerah tentang perencanaan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh. Melalui Perda tersebut, Pemko bisa lebih fokus memberantas kawasan kumuh.

Pemberantasan kawasan kumuh tidak akan begitu saja berhasil jika tidak dibarengi dengan kucuran dana. Maka dari itu, Pemko Banjarmasin terus meningkatkan jumlah anggaran dana penataan kawasan kumuh setiap tahunnya. Pada tahun 2018, jumlah dana yang tersedia sebesar 36 milyar dan meningkat pada tahun 2019, yakni sebesar 40 milyar.

SHARE THIS: