HomeLIFESTYLESungai Barito; Detak Nadi Kehidupan Banjarmasin

Sungai Barito; Detak Nadi Kehidupan Banjarmasin

SHARE THIS:

Sungai Barito meruapakan sungai paling besar dan panjang di Kalimantan. Kurang lebih panjangnya 909 kilometer yang merentang dari Provinsi Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan. Barito berhulu di pegunungan Scwhaner Muller yang ada di Kalteng dan hilirnya berujung di Laut Jawa yang ada di Banjarmasin.

Nama Barito diambil dari nama daerah hulu sungai yang berada di Tanah Barito. Sungai Barito juga kerap disebut sebagai sungai Dusun karena muaranya dihuni oleh suku Dayak Dusun. Ada juga yang menyebut Sungai Banjar untuk bagian sekitar hilirnya karena memang berada di Banjarmasin.

Keberadaan Sungai Barito sangat vital posisinya bagi masyarakat sekitar. Di zaman dahulu, ia menjadi pusat transportasi dan perdagangan. Para ahli berpendapat bahwa pentingnya sungai disebabkan masyarakat Banjarmasin yang lebih suka berdiam di tepi dan pertemuan dua sungai. Kondisi ini menyebabkan penduduk Banjarmasin kerap menggunakan sungai sebagai wahana transportasi dan perdagangan.

Lekatnya sungai Barito dengan aktivitas perdagangan bisa tergambar dari julukannya yang lain, yaitu Sungai Cina. Julukan ini muncul karena banyaknya etnis Tionghoa yang berdagang di sana. Bagi orang Kalimantan di masa lalu, sungai ini jadi vital dalam menghubungkan penduduk pedalaman dengan yang berada di pesisir. Tidak heran bila sampai kini sungai ini menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat Banjarmasin.

Sampai kini masih terdapat berbagai sarana transportasi yang digunakan di Sungai Barito. Kapal angkut yang paling dikenal adalah kapal klotok. Ini adalah kapal kecil untuk angkut penumpang dan barang dengan mesin tempel tenaga rendah. Kapal ini menjadi salah satu alat utama angkutan di Banjarmasin untuk jarak dekat.

Selain klotok, ada juga berbagai alat angkut lain seperti Speed Boat yang khusus untuk mengangkut penumpang. Speed Boat lebih fokus untuk angkutan antar kota. Kemudian Jukung, yang berguna mengangkut barang dan penumpang. Jukung cukup besar untuk memuat barang yang bobotnya antara 30-60 ton. Bukan Cuma kendaraan publik, ada juga Sampan yang beroperasi di sana. Sampan ini biasanya milik perseorangan dan hanya digunakan di lingkungan sekitar saja karena tidak memakai mesin pendorong.

Data yang dihimpun Balai Arkeologi Kalimantan Selatan menyebut bahwa sebenarnya panjang aliran Barito hampir 1000 kilometer. Sedang lebarnya berkisar antara 650 sampai 800 meter dengan kedalaman rata-rata dselapan meter. Dengan atribut seperti itu tidak heran Sungai Barito mampu menampung berbagai macam alat transportasi yang mengarungi alirannya.

Sebagai wahana transportasi, Sungai Barito berperan besar dalam pengangkutan berbagai sumber daya alam yang berada di pedalaman Kalimantan. Hal yang cukup mencolok selain kapal tongkang pengangkut hasil tambang adalah barisan kayu yang mengapung ditarik jukung. Gambaran ini saja telah menampakkan betapa vital Sungai Barito bagi kehidupan di Banjarmasin.[]  

SHARE THIS: